Gigi Harap ‘TOILET 105′ Ditarik Dari Peredaran


Berita Musik - 03 / 02 - 2010

Karena merasa tidak dihargai dengan pemakaian lagu mereka tanpa izin untuk salah satu soundtrack film TOILET 105, Gigi pun mengungkapkan harapan mereka. Salah satu band papan atas Indonesia itu berharap agar peredaran film produksi Multivision itu bisa dicabut sementara.

“Seharusnya kalau sudah ada di pemberitaan, film tersebut dicabut dulu, itu setengah menghargai. Tapi ternyata tidak dicabut, masih beredar, apakah itu dihargai?” tukas Armand Maulana, pentolan Gigi, saat ditemui di Tebet Barat Dalam No 65, Jaksel, Selasa (02/02) kemarin.

“Gue tidak ridho banget, apalagi itu perusahaan besar. Gue juga bingung kok masih ada di era sekarang seperti itu. Kenapa tidak kulonuwun dulu sih. Kenapa tidak menghubungi Dhani selaku manajemen kami? Dan buat gue aneh kenapa masih ada tuh film,” lanjutnya.

Sementara itu, Dhani menuturkan jika banyak kerugian yang dialami oleh pihak Gigi karena pemakaian tanpa izin ini. Karenanya, mereka akan terus mengusut masalah ini lewat koridor hukum meskipun pihaknya tidak menutup perdamaian.

“Kita tidak berperang, tapi kita ingin timbal baliknya,” katanya. “Kita pasti sangat tersinggung. Ini masalah kedua, dulu masalah Thomas. Banyak yang harus kita pikirkan. Seperti klien kami yang mau menggunakan lagu Ya Ya Ya apakah jadi atau tidak, kalau tidak jadi kan ada efeknya. Fans-fans juga selalu bertanya-tanya dan yang pasti banyak imbasnya.”

Dan di dalam kasus ini, pihak Multivison berhadapan dengan dua tuntutan. “Ini ada dua masalah pidana dan perdata. Bicara kerugian dan kompensasi akan masuk ke masalah perdata,” terang Mada R Mardanus, kuasa hukum Gigi.

“Buat kami, kita damai. Tetapi tidak diselesaikan secara damai salaman minta maaf selesai. Nggak gitu juga. Kita tidak bicara uang atau materi, tetapi ini bukan masalah sepele dan harus diselesaikan. Percuma dong kalau saya teriak-teriak mengenai pembajakan. Gigi sudah 16 tahun berjalan di dunia musik, kalau cuma sekedar salaman, muncul di koran, saya tidak rela. Itu harus diselesaikan secara benar, sesuai dengan aturan, biar ada efek jera. Buat kami, musik itu sakral,” tambah Armand lagi.